Gajah Sumatera dikenal sebagai mamalia darat terbesar di Indonesia dan banyak dijumpai di lembaga konservasi ek-situ, termasuk Taman Safari Indonesia II. Sebagai mamalia darat terbesar, ternyata feces atau kotoran yang dihasilkan oleh satwa ini juga sangat banyak. Karena potensi limbah kotoran gajah yang banyak di TSI II, bahan ini dipilih sebagai obyek penelitian untuk bisa dimanfaatkan. Sebelumnya kotoran gajah diketahui dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas. Di TSI I, Bogor dan TSI III, Bali pembuatan kertas dari kotoran gajah ini telah dilakukan dan hasil produksinya sudah bisa dikomersilkan. Karakteristik kotoran gajah yang khas memiliki potensi untuk pemanfaatan yang lain sehingga TSI II berusaha membuat inovasi baru menggunakan material ini. Hasilnya, untuk pertama kali di dunia, sebuah papan partikel dari serat kotoran gajah berhasil dibuat.

Pelaksanaan riset pembuatan papan partikel dari serat kotoran gajah ini terselenggara atas kerjasama dengan Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada yang telah memfasilitasi pembuatan dan analisis papan partikel ini. Hasil riset ini sebagai studi awal pemanfaatan diharapkan bisa mengawali program pengolahan kotoran gajah menjadi papan partikel di TSI II.

View More